Keresahan hanya untuk kata "gaul".

Keresahan adalah fenomena sehari - hari diantara kita. Hal tersebut selalu muncul ketika ada suatu hal yang mungkin kurang sesuai dengan prinsip atau kebiasaan hidup kita. Karena hal ini menyangkut juga dengan hati, maka keresahan dapat sangat personal dan sensitif bagi beberapa orang. 

Sebagai siswa, tentu memiliki keresahan kami sendiri. Menurut saya keresahan siswa kini lebih ke arah bagaimana cara menunjukkan atau meningkatkan kredibilitas diri dengan berbagai cara. 

Maka dari itu muncullah berbagai fenomena untuk meningkatkan kualitas diri sendiri. Yang bertujuan hanya untuk sekadar mendapatkan lebelisasi dari orang lain. Lebel bahwasanya kita adalah orang yang kaya atau lebel bahwasanya kita orang yang pandai dalam mengikuti trend. Yang padahal mungkin hal tersebut sebenarnya tidak membuat kita nyaman dalam melakukannya. 

Lanjut membahas mengenai lebelisasi. Bukankah berarti kita melakukan hal-hal tersebut hanya untuk menimbulkan stigma kepada orang lain bahwasannya kita mampu atau kita gaul? Apakah hanya dengan cara-cara itu kita dapat menunjukkan kredibilitas diri kita? Saya rasa tidak. 

Seperti dikondisi saya. Banyak sekali orang yang berusaha menaikan nilai dirinya dengan cara ikut bergaul dengan anak-anak yang "gaul" namun dengan cara mengikuti pergaulan yang salah dan hal tersebut hanya untuk mendapatkan label bahwa saya "gaul". 

Padahal tentu masih banyak cara lainnya untuk menaikkan kredibilitas kita.
1. Memiliki kompetensi tinggi
Dengan memiliki nilai keterampilan yang tinggi maka secara tidak langsung maka membuat orang akan melihat kita jauh diatas. 

Hal tersebut juga membuat kita merasa semakin kompetitif dengan teman-teman lain dalam hal apapun khususnya kebaikan. 

2. Ikuti perkembangan dunia terkini
Tentu mengikuti zaman sangat perlu untuk pengetahuan kita agar tidak ketinggalan zaman. Namun tidak dengan melalui hal-hal yang negatif. 

Dengan membaca informasi terkini dapat menambah pengetahuan kita. Seperti mengikuti trend fashion terkini dan sebagainya. 

3. Bijak dalam memilih teman
Bijak memilih teman bukan berarti kita suka membedakan teman atau memilih milih teman. Namun bijak dalam memilih teman adalah bagaimana kita menentukan teman yang dapat diajak menuju kesuksesan dan mana teman yang "kurang baik".

Dalam pepatah dikatakan "apabila kita berteman dengan penjual parfum maka kita akan ikut wangi dan sebaliknya apabila kita berteman dengan tukang sampah maka kita akan ikut bau busuk"
Dalam arti lain artinya lingkungan mu akan mempengaruhi bagaimana kamu bertindak dan bagaimana sifat perilakumu.  

Inilah beberapa keresahan yang saya miliki sebagai siswa. Banyak siswa yang berusaha menaikkan kredibilitas dirinya agar dilabeli orang yang kaya, mampu dan sebagainya dengan berbagai cara. 



Comments